GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun

Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun

Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun Reporter: Francisca Christy Rosana …

Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun

Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun Reporter:

Francisca Christy Rosana

Editor:

Tulus Wijanarko

Minggu, 7 Oktober 2018 12:54 WIB
Sebuah perahu naga yang digunakan untuk menampung wisatawan saat berlibur di pulau wisata Gili Air di Kabupaten Lombok Utara yang tergabung Gili Cares, (9/7). Tempo/SUPRIYANTHO KHAFID

Sebuah perahu naga yang digunakan untuk menampung wisatawan saat berlibur di pulau wisata Gili Air di Kabupaten Lombok Utara yang tergabung Gili Cares, (9/7). Tempo/SUP RIYANTHO KHAFID

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku wisata di kawasan terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah berbenah pasca-bencana melanda Agustus lalu. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan kondisi pariwisata Lombok diperkirakan bakal normal menjelang akhir tahun dengan memanfaatkan momentum liburan akhir 2018.

"Saat ini statistik kunjungan wisatawan mulai bertumbuh sekitar 30-40 persen pada September kemarin," kata Faozal saat dihubungi Tempo pada Minggu, 7 Oktober 2018. Angka statistik pertumbuhan ini dinilai lumayan ketimbang bulan sebelumnya setelah gempa melanda. Pada Agustus, lata Faozal, angka kunjungan pariwisata Lombok anjlok menurun sekitar 80 persen.

Adapun okupansi hotel di kawasan trio Gili seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air mendekati nol dalam waktu beberapa pekan. Masa-masa sulit pasca-bencana itu pun telah dilalu i. Saat ini, kata Faozal, Dinas Pariwisata NTB tengah memasuki masa pemulihan.

"Yang kami lakukan saat ini adalah normalisasi aktivitas pendukung pariwisata," ujarnya. Selain itu, bagian pemasaran dinas terkait juga telah melalukan promosi wisata khusus daerah tidak terdampak bencana. Misalnya kawasan wisata Mandalika.Wisatawan melakukan olahraga snorkeling di kawasan wisata Pulau Gili Air, Nusa Tenggara Barat, 21 APril 2017. Kepulauan Gili Meno yang menawarkan keindahan bawah laut itu menjadi salah satu destinasi wisata alam yang banyak diminati para wisatawan. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Menurut Faozal, ada 40 persen destinasi yang diasumsikan tidak terdampak bencana. Adapun kawasan wisata yang mendekati lumpuh akibat terimbas gempa, seperti trio Gili dan Mataram, sudah mulai merangkak pulih. "November nanti adalah fase yang kita dorong untuk mulai normal."

Sementara itu, Kepala Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan dalam masa normalisasi, Dinas Pariwisata Lombok dan pihak terkait perlu memperhatikan tiga hal.

"Pertama pemulihan sumber daya manusia," kata Guntur, Minggu siang. Pemulihan SDM ini meliputi penyembuhan trauma kepada para pekerja di sektor pariwisata. Selain itu, memberikan relaksasi di bidang keuangan kepada pelaku industri wisata. Dalam hal ini, ujar Guntur, Otoritas Jasa Keuangan sudah menetapkan regulasi.

Kedua, ujar dia, ialah pemulihan destinasi, yang meliputi perbaikan infrastruktur yang rusak akibat gempa. Fase ini terbagi atas fase rehabilitasi dan rekonstruksi. "Untuk hal ini kami melakukan monitoring progres surat Menteri Pariwisata dan dilaporkan secara periodik," ucapnya.

Ketiga, kata Guntur, pemulihan pemasaran pariwisata. Saat ini, Kemenpar dan dinas setempat sedang kembali menggelar famtrip, menggelar acara, dan road show dalam serta lu ar negeri untuk
menggaungkan lagi pariwisata terdampak bencana di NTB.

Menteri Arief Yahya pun disebut telah membentuk grup khusus NTB Bangkit. Grup ini berguna sebagai media komunikasi dan monitoring program pemulihan di sektor pariwisata. "Arahan Menpar, seluruh program pemulihan di sektor pariwisata harus selalu dipantau, di laporkan, dan dikawal dengan ketat," tutur Guntur.

Lihat Juga


Terkait
  • Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

    Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

    8 jam lalu
  • Menyepi di Pantai Mawun Lombok Tengah

    Menyepi di Pantai Mawun Lombok Tengah

    1 hari lalu
  • Lomba Lari Mekaki Marathon, Digelar untuk Bangkitkan Lombok

    Lomba Lari Mekaki Marathon, Digelar untuk Bangkitkan Lombok

    7 hari lalu
  • Banjir Bandang Berpotensi Terjadi di Lombok, Begini Penjelasannya

    Banjir Bandang Berpotensi Terjadi di Lombok, Begini Penjelasannya

    9 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

    Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningka t

    8 jam lalu
  • Citilink Terbang Langsung Ke Labuan Bajo Mulai Akhir Oktober

    Citilink Terbang Langsung Ke Labuan Bajo Mulai Akhir Oktober

    21 jam lalu
  • Liburan Ke Turki, Wanda Hamidah Mampir ke Konya

    Liburan Ke Turki, Wanda Hamidah Mampir ke Konya

    1 hari lalu
  • Ini 4 Taman untuk Mengenal Keragaman Hayati Australia Barat

    Ini 4 Taman untuk Mengenal Keragaman Hayati Australia Barat

    1 hari lalu
  • Foto
  • Melihat Rumitnya Anatomi Tubuh Manusia di Museum Body Worlds

    Melihat Rumitnya Anatomi Tubuh Manusia di Museum Body Worlds

    1 hari lalu
  • Lucunya Donggalah, Bayi Harimau Benggala dari Bandung Zoo

    Lucunya Donggalah, Bayi Harimau Benggala dar i Bandung Zoo

    2 hari lalu
  • Kisah Prajurit Terakota Pengawal Kaisar Cina di Alam Baka

    Kisah Prajurit Terakota Pengawal Kaisar Cina di Alam Baka

    3 hari lalu
  • Mengunjungi Kuburan Mobil Kuno di Museum Ruang Terbuka Rusia

    Mengunjungi Kuburan Mobil Kuno di Museum Ruang Terbuka Rusia

    9 hari lalu
  • Video
  • Berburu Masuk Rimba di Festival Fulan Fehan

    Berburu Masuk Rimba di Festival Fulan Fehan

    8 jam lalu
  • Rekomendasi Tempat Makan Siang

    Rekomendasi Tempa t Makan Siang

    2 hari lalu
  • Lautan Awan di Zhangjiajie Cina Ini Mempesona Wisatawan Indonesia

    Lautan Awan di Zhangjiajie Cina Ini Mempesona Wisatawan Indonesia

    12 hari lalu
  • Garuda Wisnu Kencana Cultural Park Terwujud Setelah 28 Tahun

    Garuda Wisnu Kencana Cultural Park Terwujud Setelah 28 Tahun

    13 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Taman Gandrung Terakota Banyuwangi Diresmikan 20 Oktober

  • 2

    Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

  • 3

    Dongkrak Kunjungan, Menpar Angkat Pariwisata Perbatasan Atambua

  • 4

    Piknik dan Belajar Antisipasi Gempa di Wisata Rumah Domes, Sleman

  • 5

    Ini 4 Jurus Menjadikan Padang sebagai Kota Bertaraf Internasional

  • Fokus
  • BNPB Kaji Perpanjangan Tanggap Darurat Terdampak Gempa Palu

    BNPB Kaji Perpanjangan Tanggap Darurat Terdampak Gempa Palu

  • Atlet Asian Para Games Diprioritaskan di Jalan Protokol dan Tol

    Atlet Asian Para Games Diprioritaskan di Jalan Protokol dan Tol

  • Ulah Bohong Ratna Sarumpaet Bakal Berbuah 10 Tahun Penjara

    Ulah Bohong Ratna Sarumpaet Bakal Berbuah 10 Tahun Penjara

  • Dorong Ekonomi, Piutang Kredit  Korban Gempa Sulteng Akan Dihapus

    Dorong Ekonomi, Piutang Kredit Korban Gempa Sulteng Akan Dihapus

  • Terkini
  • Ini 4 Jurus Menjadikan Padang sebagai Kota Bertaraf Internasional

    Ini 4 Jurus Menjadikan Padang sebagai Kota Bertaraf Internasional

    4 jam lalu
  • Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun

    Pariwisata Lombok Normal Kembali Saat Musim Liburan Akhir Tahun

    4 jam lalu
  • Piknik dan Belajar Antisipasi Gempa di Wisata Rumah Domes, Sleman

    Piknik dan Belajar Antisipasi Gempa di Wisata Rumah Domes, Sleman

    7 jam lalu
  • Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

    Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

    8 jam lalu
  • Dongkrak Kunjungan,  Menpar Angkat Pariwisata Perbatasan Atambua

    Dongkrak Kunjungan, Menpar Angkat Pariwisata Perbatasan Atambua

    21 jam lalu
  • Taman Gandrung Terakota Banyuwangi Diresmikan 20 Oktober

    Taman Gandrung Terakota Banyuwangi Diresmikan 20 Oktober

    23 jam lalu
  • Citilink Terbang Langsung Ke Labuan Bajo Mulai Akhir Oktober

    Citilink Terbang Langsung Ke Labuan Bajo Mulai Akhir Oktober

    1 hari lalu
  • Liburan Ke Turki, Wanda Hamidah Mampir ke Konya

    Liburan Ke Turki, Wanda Hamidah Mampir ke Konya

    1 hari lalu
  • Akhir Pekan di Bandung, Ada Festival Film, Kuliner, hingga Jazz

    Akhir Pekan di Bandung, Ada Festival Film, Kuliner, hingga Jazz

    1 hari lalu
  • Ini 4 Taman untuk Mengenal Keragaman Hayati Australia Barat

    Ini 4 Taman untuk Mengenal Keragaman Hayati Australia Barat

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pemicu Likuefaksi dan Daerah-Daerah Rawan Ambles di Palu

    Penjelasan mendetail mengenai fenomena likuefaksi y ang terjadi saat gempa mengguncang Teluk Palu pada Jumat, 28 Oktober 2018.

    Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

    No comments