Wawali Salatiga Sampai Teteskan Air Mata Saat Berada di Lombok | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Wawali Salatiga Sampai Teteskan Air Mata Saat Berada di Lombok

Posted by On 1:49 AM

Wawali Salatiga Sampai Teteskan Air Mata Saat Berada di Lombok

Wawali Salatiga Sampai Teteskan Air Mata Saat Berada di Lombok

Muh Haris menyampaikan, ada banyak hal yang telah dikerjakan meskipun jika diukur masih kecil dibandingkan duka masyarakat NTB

Wawali Salatiga Sampai Teteskan Air Mata Saat Berada di LombokIstimewaAktivitas Tim Relawan PMI Kota Salatiga di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sejak Sabtu (8/9/2018), sekitar 9 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga bergabung dengan ratusan relawan lainnya seakan tidak berhenti beraktivitas membantu masyarakat terdampak benca na gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Situasi sejak mereka di sana pun digambarkan Koordinator Tim Relawan PMI Kota Salatiga Tri Sukrisdyanto saat berkomunikasi dengan Tribunjateng.com, Jumat (14/9/2018) siang. Dia menyampaikan, masih cukup banyak tugas yang harus dikerjakan dan dirasa tidak akan cukup terhadap waktu yang tersedia hingga besok Sabtu (15/9/2018).

“Masih banyak yang sedang kami kerjakan sejak setibanya di NTB dan bergabung bersama tim relawan dari berbagai daerah di sini. Untuk memulihkan semua dampak gempa di sini tampaknya butuh waktu lama dan dilaksanakan secara bergotong royong dari berbagai pihak,” kata Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kota Salatiga.

Dia menyampaikan, selama berada di NTB dia dapat merasakan serta melihat secara nyata bagaimana duka masyarakat terdampak gempa. Bahkan, dilihatnya secara langsung di saat Ketua PMI Kota Salatiga Muh Haris menyusul untuk membantu serta memotivasi masyarakat setempat.

“Wakil Wali Kota Sala tiga yang juga ketua kami terlihat seakan meneteskan air mata, sedih ketika di sepanjang perjalanan hampir seluruh bangunan rusak. Mulai dari rusak sedang hingga berat. Tidak sedikit pula bangunan yang roboh,” terangnya.

Dan, lanjutnya, saat berdialog bersama warga setempat seperti di Dusun Salut Timur Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara kemarin Kamis (13/9/2018), mayoritas masih mengalami trauma, ketakutan. Terlebih begitu merasakan ataupun mendengar informasi ada gempa.

“Anak-anak di sana pun demikian, saat kami ajak mereka bermain. Mereka masih ada rasa takut. Meskipun demikian, kami coba terus beri mereka motivasi dan berdoa bersama-sama agar cobaan â€"musibahâ€"yang kini dihadapi secepatnya dapat reda dan pulih sediakala lagi,” tuturnya.

Muh Haris menyampaikan, ada banyak hal yang telah dikerjakan meskipun jika diukur masih kecil dibandingkan duka masyarakat NTB. Saat ini tim relawan PMI Kota Salatiga sedang menjalankan Psikologi Support Program (P SP).

“Itu diwujudkan seperti bermain bersama, bercerita, dan saling memberikan motivasi. Harapan kami, dari kegiatan itu dalam sedikit membantu secara psikologi anak-anak. Selain itu, beberapa waktu lalu, pemberian bantuan masyarakat Salatiga pun telah dilakukan,” terang Haris. (*)

Penulis: deni setiawan Editor: muslimah Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Kronologi Turis Asal Norwegia Diperkosa Karyawan Vila di Bali, Berawal dari Minta Hidupkan Shower Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »