Bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Posted by On 1:49 AM

Bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Buya Menjawab

Bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat

Lombok termasuk NTB yang terkenal dengan seribu Masjid, kenapa terjadi gempa sehingga porak poranda negeriitu? Kenapa ketika di masjid

Bencana di Lombok, Nusa Tenggara Baratpegipegi.comIlustrasi - Islamic Center Samarinda.

SRIPOKU.COM - Assalamualaikum.Wr.Wb.
BUYA, Lombok termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terkenal dengan seribu Masjid, kenapa terjadi gempa sehingga porak poranda negeri itu? Kenapa ketika di masjid berlangsung sholat berjamaah, masih juga digoyang gempa, mohon penjelasan buya, untuk meneguhkan iman kami. Terima kasih penjelasannya Buya.
08239722xxxx< /em>

Berita Lainnya:
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Lombok Timur

Jawab:
Wassalamualaikum.Wr.Wb.
Ananda, Allah Maha Pengasih dan Penyayang, dalam surah Hudayat 117 Allah SWT. berfirman yang artinya: "Dan Tuhanmu tidak akan mencelakakan (menghancurkan) suatu negeri secara zolim, apabila penduduk (negeri )itu sholeh". (Surah Hud "117)

Begitu juga surah Al-A'rafayat 96 Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan jikalau penduduk sebuah negeri, mereka beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan melimpahkan barokah atas mereka dari langit dan dari bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang mereka lakukan". (Al A'raf: 96)

Jika penduduknya orang-orang Sholeh, maka Allah SWT tidak akan menjatuhkan hukuman secara zolim kepada mereka. Akan tetapi di dalam surah Al Isro' ayat 16 Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan apabila Kami berkehendak untuk menghancurkan sebuah negeri, Kami perbanyak di negeri itu orang-orang (termasuk pemimpinnya) hidup mewah, (dengan kemewahan itu) mereka berlaku pasek (melampaui batas, dan maksiat) di negeri itu, maka berlakulah hukuman kami, Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (Al-Isro':16)

Pertanyaannya; adakah di negeri itu kemaksiatan yang dibiarkan oleh penguasa yang berwenang, kepasekan dan kemaksiatan yang tidak ditindak bahkan terjadinya pembiaran atasnya? Jika adanya pembiaran oleh penguasa yang berwenang, malah ikut menikmatinya, maka berlakulah apa yang dinyatakan oleh Baginda Rasulullah SAW. Dalam Sabdanya yang artinya: "Bersabda Rasulullah SAW. Sesungguhnya Allah SWT tidaklah akan mengazab sekelompok orang-orang tertentu disebabkan dosa masyarakat umum, sehingga kemunkaran (kemaksiatan) tampak (jelas) di hadapan mereka (yang berwenang),padahal mereka memiliki kewenangan (otoritas) untuk menghentikan (melarangnya) kemaksiatan itu, namun mereka tidak melakukan tindakan (untuk) melarangnya". (HR. Ahmad dari Abidin Amir).

Maka dapat dipahami, apabila kemunkaran (maksiat) berlangsung di tengah-tengah masyarakat yang sholeh, tetapi penguasa tidak peduli untuk mencegahnya, malah terjadi pembiaran dengan memfasilitasi, apalagi turut menikmatinya (dalam bentuk distribusi, dan atau gratifikasi) maka Allah SWT akan menurunkan azabNya di negeri tersebut.

Adakah di Lombok itu pantai-pantai yang disebut dengan "GiliTrawangan, Gili Air dan Gili yang menyediakan fasilitas untuk berbuat maksiat? Bahkan dibebaskan dengan pakaian yang sangat minim, adakah Penguasa Daerah di sana melakukan pencegahan dengan menerbitkan Peraturan Daerah yang mengatur tentang aturan berbusana di Pulau tersebut? Kalau tidak ada pencegahan dan aturan yang melarangtanpabusana yang tidaksopan, sesuaidengan Agama dan Budaya Bangsa Indonesia, kita khawatir akan ditimpakan azab Allah yang lebih dahsyat lagi. Na& #039;uzubillah min zaalik. Astaghfirullah.

Maka adakan acara/ritual permohon anampun kepada Allah SWT. diseribu Masjid, seraya membenahi tata cara berbusana di tiga pantai (Gili) tersebut dengan peraturan yang diterbitkan oleh Penguasa Daerah tersebut.

Allah SWT. Berfirman dalam surah Al-Anfalayat 33: WAMAA KAANA LLAAHU LIYU'AZZIBAHUM WA ANTA FIIHIM WAMAA KAANA LLAHU MU'AZZIBAHUM WAHUM YASTAGHFIRUUN.
Artinya: "Dan sekali-kali Allah tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. "(Al-Anfal:33)

Penafsiranayat YASTAGHFIRUUN ini menurut sebagian mufassirin, jika ada kaum muslimin di antara orang-orang yang melakukan maksiat di negeri tersebut, maka bertaubat/memohon ampun tersebut dilakukan oleh orang-orang Muslim. Maka Allah mengampuni mereka dan tidak mengazab mereka. Demikian analisa terhadap pertanyaan ananda, AllahuA'lam. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Editor: Bejoroy Sumber: Sriwijaya Post Ikuti kami di Kronologi Turis Asal Norwegia Diperkosa Karyawan Vila di Bali, Berawal dari Minta Hidupkan Shower Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »