Polda NTB memantau Terjadinya Lonjakan Harga Telur | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Polda NTB memantau Terjadinya Lonjakan Harga Telur

Posted by On 2:58 AM

Polda NTB memantau Terjadinya Lonjakan Harga Telur

Berita Nasional

Polda NTB memantau Terjadinya Lonjakan Harga Telur

Polda NTB melalui tim penindakan tergabung dalam Satgas Pangan wilayah NTB, memantau lonjakan harga komoditas telur ayam yang kian mahal

Polda NTB memantau Terjadinya Lonjakan Harga TelurPOS-KUPANG.COM/ ADIANA AHMADilustrasi: Telur ayam di Pasar Inpres Naikoten, Kamis (19/7/2018).

POS KUPANG.COM - - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melalui tim penindakan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pangan wilayah NTB, terus memantau lonjakan harga komoditas telur ayam yang kian mahal di tengah masyarakat.

Kasubbid I Bidang Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Feri Jaya Satriansyah di Mataram, Senin, mengungkapkan bahwa sebenarnya giat penyelidikan telah rutin dilaksanakan bersama dengan dinas terkait yang tergabung dalam satgas pangan.
"Sebenarnya, begitu ada informasi lonjakan harga yang tidak normal, kita (tim satgas pangan) langsung cek pasar," kata Feri Jaya.
Untuk harga komoditas telur ayam yang belum lama ini dikabarkan menembus harga pasar hingga Rp48 ribu per tray, tim satgas pangan telah menemukan permasalahannya.
Titik permasalahannya dikatakan ada pada stok persediaan. Dari hasil pengamatan lapangannya, stok persediaan tidak sebanding dengan besarnya permintaan pasar.
"Ini yang kita temukan, masalah stok persediaan di tingkat produsen. Stok yang kita lihat memang tidak sebanding," ujarnya.
Hal tersebut diungkapkannya berdasarkan hasil pengecekkan dari empat produsen besar yang menjadi indikator usaha telur ayam di wilayah NTB, salah satunya disebutkan UD Sint a.
Karena itu, tim satgas pangan menyatakan bahwa tingginya harga komoditas telur ayam di pasar NTB bukan karena adanya indikasi permainan dagang yang mengarah pada unsur penimbunan stok. Melainkan hasil produksi lokal yang hingga saat ini, masih belum dapat memenuhi tingginya permintaan pasar.
"Sampai saat ini belum ada indikasi (pidana), melainkan kenaikan harga ini disebabkan permintaan pasar lebih tinggi dibandingkan ketersediaan stoknya. Kita juga bergantung dengan stok dari Jawa, Bali, disana juga lagi kurang, makanya kita juga kena dampaknya," ucap Feri Jaya.
Namun menurut dia, lonjakan harga untuk salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar di NTB ini masih sebatas wajar. Diperkirakan, harganya akan kembali normal dalam beberapa waktu kedepan.
"Kenaikan yang disebabkan kurangnya stok ini kan baru beberapa hari terjadi. Dalam mata rantai ekonomi, itu masih dalam batas kewajaran," ucapnya. (*)

Editor: Ferry Ndoen Sumber: Antara Ikuti kami di Video Buaya Ditangkap usai Terkam Warga, Dikira Mati Ternyata Masih Hidup Gara-gara Ulah dari Pawang Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »