Desa Sukarara, Penghasil Kain Tenun Songket Lombok yang ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Desa Sukarara, Penghasil Kain Tenun Songket Lombok yang ...

Posted by On 3:39 PM

Desa Sukarara, Penghasil Kain Tenun Songket Lombok yang ...

Desa Sukarara, Penghasil Kain Tenun Songket Lombok yang Terkenal hingga Mancanegara

“Jadi kalau dulunya itu, diharuskan bagi yang perempuan bisa menenun, kalau di sini perempuan tidak bisa nenun itu belum boleh nikah."

Desa Sukarara, Penghasil Kain Tenun Songket Lombok yang Terkenal hingga MancanegaraTribunnews/Abdul MajidSeorang penenun sedang membuat kerajinan kain tenun songket khas Lombok di Industri Kerajinan Patuh di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK â€" Berkunjung ke Lombok ternyata tidak hanya melulu menikmati kein dahan pantainya saja, tapi ada pula hasil budaya warisan leluhur seperti kerajinan kain tenun songket yang berada di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Desa Sukarara merupakan daerah penghasil kain songket yang terkenal di Lombok.

Bahkan, ketenaran kain tenun Desa Sukarara pun sudah tembus ke pasar internasional.

Darma, salah seorang pemandu di Industri Kerajinan Patuh menceritakan secara singkat bagaimana kebiasaan menenun ini masih bertahan hingga saat ini, dan membuat kain songket khas Lombok ini bisa terkenal.

Karyawan menunjukkan hasil kerajinan kain tenun songket khas Lombok yang ada di Industri Kerajinan Patuh di Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Darma, salah seorang pemandu pada Industri Kerajinan Patuh, Desa Sukarara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memp erlihatkan kain tenun motif naga yang dihiasi dengan benang emas. Tribunnews/Abdul Majid

“Jadi kalau dulunya itu, diharuskan bagi yang perempuan bisa menenun, kalau di sini perempuan tidak bisa nenun itu belum boleh nikah. Iya, itu kan sekaligus melestarikan budaya dari sini,” kata Darma kepada Tribunnews.

Saat tiba di tempat Industri Kerajinan Patuh, dari kejauhan Anda langsung disuguhkan pemandangan kain warna-warnai yang tergantung.

Di depannya, sebelum Anda masuk ke ruangan utama, terdapat dua panggung yang terbuat dari bambu -- di sebelah kanan dan kiri pintu.

Di atas panggung itu masing-masing ada dua wanita yang sedang menenun.

Para wisatawan yang datang bisa langsung melihat bagaiman kain songket itu dibuat secara manual.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Abdul Majid Editor: Sapto Nugroho Ikuti kami di Kisahnya Viral, Orangtua Bayi di Demak yang Tunggak Biaya RS Rp79 Juta Didatangi Pemerintah Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »