BMKG Prakirakan Puncak Gelombang Tinggi Terjadi pada 24-25 ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BMKG Prakirakan Puncak Gelombang Tinggi Terjadi pada 24-25 ...

Posted by On 6:46 AM

BMKG Prakirakan Puncak Gelombang Tinggi Terjadi pada 24-25 ...

BMKG Prakirakan Puncak Gelombang Tinggi Terjadi pada 24-25 Juli 2018

sangat berbahaya yang diprakirakan terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Juli 2018 dengan peningkatan tinggi gelombang menjadi 4 sampai 6 meter

BMKG Prakirakan Puncak Gelombang Tinggi Terjadi pada 24-25 Juli 2018TribunJakarta.com/Suci FebriastutiKepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kanan) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Konferensi Pers di Kafe Pisa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018)

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan gelombang tinggi masih terjadi sepanjang pekan depan. Ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 6 meter.

"Dan saat ini BMKG perlu memberikan peringatan dini karena diperkirakan pada tanggal 23 sampai 28 Juli 2018 masih akan terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 sampai 6 meter dan puncak ekstreem diperkirakan terjadi pada tanggal 24 sampai 25 juli 2018," ujar Rita saat Konferensi Pers bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kafe Pisa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Rita mengkategorikan gelombang laut di perairan Indonesia yang diprakirakan terjadi pada tanggal 23 hingga 28 Juli 2018.

Yang pertama, sangat waspada yang diprakirakan tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Gelombang tersebut berpeluang terjadi di Laut Hawa bagian timur, Perairan timur Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Perantau Baubau - Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, Perairan selatan Pulau Buru - Pulau Seram, Perairan Kepula uan Kei-Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, Perairan barat Yos Sudarso, Laut Arafuru, dan Perairan Jayapura.

• Sandiaga Uno Minta Kegiatan Politik Dihentikan Sementara untuk Fokus Persiapkan Asian Games 2018

Yang kedua, berbahaya dengan tinggi gelombang mencapai 2,54 meter dan berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai.

Lalu juga berpeluang di Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali - Selat Lombok -Selat Alas bagian selatan, Perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan selatan Pulau Rote.

Dan yang ketiga, sangat berbahaya yang diprakirakan terjadi pada tanggal 24 hingga 25 Juli 2018 dengan peningkatan tinggi gelombang menjadi 4 sampai 6 meter.

Gelombang tersebut berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan utara dan barat Aceh, Perair an barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, serta Perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

Selanjutnya juga akan berpotensi terjadi di Samudera Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rita menjelaskan jika kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudera Hindia (barat Australia) atau disebut dengan istilah Mascarene High memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan lndonesia.

• Hendak Berselfie dengan Singa, Wanita Ini Jutru Diserang Hingga Dapat Luka Serius

"Hal ini dikarenakan kecepatan angin yang tinggi di sekitar wilayah kejadian mascarene high di Samudra Hindia (barat Australia) dan terjadinya swell atau alun yang dibangkitkan oleh mascarane high menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatra, Selatan Jawa hingga Pulau Sumba," ujar Rita.

Kondisi tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4 hingga 6 meter di perairan selatan jawa hingga Nusa Tenggara.

Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kecelakaan laut akibat gelombang tinggi yang dapat terjadi.

Penulis: Suci Febriastuti Editor: Muhammad Zulfikar Sumber: Tribun Jakarta Ikuti kami di Ular Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »