Sholad Ied di Lewoleba, Sanu Bajuri: Mampukah Kita Rawat Pesan ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sholad Ied di Lewoleba, Sanu Bajuri: Mampukah Kita Rawat Pesan ...

Posted by On 12:15 AM

Sholad Ied di Lewoleba, Sanu Bajuri: Mampukah Kita Rawat Pesan ...

Sholad Ied di Lewoleba, Sanu Bajuri: Mampukah Kita Rawat Pesan Idul Fitri 11 Bulan ke Depan?

Sanu Bajuri, Pelaksana Sholad Ied di Lewoleba, mengatakan, setelah melewati masa ramadhan dan tiba pada hari kemenangan Idul Fitri

Sholad Ied di Lewoleba, Sanu Bajuri: Mampukah Kita Rawat Pesan Idul Fitri 11 Bulan ke Depan?POS-KUPANG.COM/Frans KrowinUmat Islam di Lewoleba saat sholad ied di Lapangan Polres Lembata, Jumat (15/6/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Sanu Bajuri, Pelaksana Sholad Ied di Lewoleba, mengatakan, setelah melewati masa ramadhan dan tiba pada hari kemenang an Idul Fitri, tugas kita sebagai umat Allah belum berakhir. Masih ada banyak hal yang harus ditunaikan pada hari-hari mendatang.

Satu pertanyaan yang senantiasa menyatu dalam setiap langkah hidup kita, adalah mampukah kita merawat sikap, perilaku dan tutur kata seperti yang dilakukan saat melewati masa ramadhan? Pertanyaan ini patut mengemuka karena sebagai manusia kita tak luput dari salah dan khilaf, noda dan dosa.

Baca: Khatib Arif Hartono Ajak Umat Jaga Toleransi

Sanu Bajuri juga mengingatkan lima hal untuk selalu dipegang teguh tatkala melewati hari-hari ke depan. Pertama dan utama adalah rajin-rajinlah berdoa dan berucap syukur atas nikmat kehidupan yang telah diberikan Allah kepada setiap umatnya.

"Tatkala mendengar suara panggilan Allah, datangilah suara itu untuk berdoa dan berucap syukur kepadaNya. Ia telah memberi segala kenikmatan karena itu pantaslah kita berucap syukur kepadanya," pesan Sanu Bajuri.

Kedua, lanjut dia, yaitu jaga sikap dan perbuatan, jaga mulut agar tidak terucap kata kotor dan menyakiti hati sesama kita, termasuk dalam lingkungan terkecil yakni keluarga.

Selama ramadhan, kata dia, kepribadian kita terbentuk melalui sikap dan tutur kata sehari-hari. "Saat ramadhan, kita jaga sikap dan perbuatan, kita jaga mulut sehingga tidak terucap kata kotor. Inilah masa kita ciptakan kepribadian kita yang sesuai dengan kehendak Allah. Tugas berikutnya adalah kita harus menjaga kepribadian itu agar tetap awet hingga akhir hayat nanti," ujarnya.

Pada.pesan ketiga, Sanu mengingatkan untuk menjaga kebersamaan, jaga persatuan dan kesatuan seperti yang diamanatkan Pencasila. Hal ini sesungguhnya telah tercipta sejak dilakukan sholad berjemaah.

Berikutnya, pentingnya semangat untuk menimba ilmu pengetahuan sebagai bekal dasar dalam memahami dan menjalani pesan-pesan suci alqur'an.

Kelima, pentingnya saling memberi melalui zakat. Zakat merupakan a jaran Allah melalui Nabi Muhammad SAW untuk kita jalani. Olehnya perbiasakan diri memberi zakat demi kebaikan kita bersama. (*)

Penulis: Frans Krowin Editor: Kanis Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Viral Video Tolak Bingkisan dari Jokowi, Ustaz Najib Menyesal dan Minta Maaf Sumber: Google News | Liputan 24 Lewoleba

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »