Bupati Kupang Sebut Tanah Obsevatorium Tidak Bermasalah | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bupati Kupang Sebut Tanah Obsevatorium Tidak Bermasalah

Posted by On 7:23 AM

Bupati Kupang Sebut Tanah Obsevatorium Tidak Bermasalah

Bupati Kupang Sebut Tanah Obsevatorium Tidak Bermasalah

Jika ada ada yang "robek" diantara warga dan bupati selaku kepala daerah maka dengan kerendahan hati disatukan kembali dalam jahitan kebersamaan.

Bupati Kupang Sebut Tanah Obsevatorium Tidak Bermasalahpos kupang.com, edi hayongPertemuan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dengan warga Amfoang Tengah, Senin (4/6/2018)

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM, OELAMASI---Pertemuan antara warga masyarakat dari Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, dengan Bupati Kupang, Dr. Ayub Titu Eki berjalan dalam suasana penuh kekeluargaan. Pertemuan menyangkut tanah yang akan dibangun Obsevato rium yang beberapa bulan belakangan terjadi miskomunikasi sudah dapat terselesaikan secara baik melalui pendekatan adat istiadat orang Timor.

Disaksikan POS KUPANG.COM, Senin (4/6/2018), pertemuan terbatas ini dipimpin Bupati Titu Eki didampingi Plt Sekda, Joni Nomseo dihadiri pimpinan OPD juga Asisten III Sekda, Viktoria Kana Hebi.

Sebelum bupati memberikan pendapat, beberapa tokoh adat Amfoang Tengah menyampaikan isi hati karena selama ini ada miskomunikasi antara tokoh adat di Amfoang Tengah dengan bupati.

Para tokoh adat seperti Thom Kameo dan Yakobus Temnanu dalam bahasa adat menyampaikan permohonan maaf jika selama ini ada tutur kata yang kurang berkenan. Jika ada ada yang "robek" diantara warga dan bupati selaku kepala daerah maka dengan kerendahan hati disatukan kembali dalam jahitan kebersamaan.

Bupati Titu Eki mengatakan, awalnya memang dia merasa sakit hati karena seolah-olah tanah untuk pembangunan obsevatorium itu diambil begitu saj a. Bahkan ada oknum warga yang melaporkannnya ke aparat penegak hukum di Polda NTT. Namun, kata Titu Eki, dengan saling membuka diri dalam semangat budaya orang Timor, dirinya memaafkan dan dia mengajak untuk merajut kembali apa yang pernah robek itu.

"Untuk tanah yang akan dibangun Obsevatorium sudah tidak ada masalah lagi. Kalau dokumen yang mau diperbaiki saya kira mari kita buat perbaikan. Saya juga tanggal 12 Juni akan turun ke Amfoang Tengah untuk bicara lagi dengan warga. Bagaimanapun pembangunan Obsevatorium tetap jalan sambil kita komunikasi dengan LAPAN terkait kehadiran Presiden Joko Widodo untuk peletakan batu pertama pembangunannya," kata Titu Eki.

Untuk diketahui, pemerintah akan membangun observatorium di Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk menggantikan Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat, yang sudah berusia 90 tahun.

Obsevatorium di Gunung Timau akan menjadi yang terbesar di Indonesia.
Lembag a Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menilai Gunung Timau di Kecamatan Amfoang Tengah sangat strategis sebagai lokasi observasi antariksa, sementara Lembang sudah tidak memadai karena letak bangunan dan lingkungan sekitar sudah begitu padat.

Kepala Lapan, Prof. Dr. Thomas Damaluddin pada 21 Mei 2016 meninjau langsung pegunungan Timau dan menyosialisasikan rencana pembangunan obsevatorium kepada masyarakat Kecamatan Amfoang Tengah. Observatorium ini, harusnya dibangun pada 2017 dengan dana triliunan dan ditargetkan rampung pada 2019 tapi masih terkendala teknis sehingga belum dibangun. Observatorium itu dapat digunakan selama 100 tahun untuk mendukung kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi berkaitan dengan penelitian tata surya.(*)

Baca: Begini Perda Sampah di Manggarai Timur, Jangan Ada Tong Sampah Mubazir

Penulis: Edy Hayong Editor: Ferry Ndoen Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Tabrak Kapolsek untuk Menghindari Razia, Begini Nasib Pengendara Motor di Palembang Sumber: Google News | Liputan 24 Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »