Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoE | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoE

Posted by On 12:10 PM

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoE

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoE

Yefta Hironimus Supbaba, warga Desa Melalete, Kecamatan Amanuban Barat, mengaku sakit hati dengan pelayanan RSUD SoE.

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoEPOS-KUPANG.COM/DION KOTAYefta Supbaba sedang menemani istrinya, Kristina Missa yang sedang dirawat di RSUD Soe.

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM, SOE - Yefta Hironimus Supbaba, warga Desa Melalete, Kecamatan Amanuban Barat, mengaku sakit hati dengan pelayanan RSUD SoE.

Pasalnya, Kristina Missa, istrinya sempat disuruh pulang oleh pihak rumah sakit seusai dirawat pasca mengalami tabrakan kendaraan b ermotor. Dia mengaku sempat bertengkar dengan petugas rumah sakit agar istrinya bisa dirawat inap.

Baca: Sudah 5 Tahun, Pasar Rakyat Noelbaki Cuma Jadi Tempat Jemur Pakaian Warga, Ini Penyebabnya

Selain sempat tidak diperbolehkan rawat inap, Yefta menuding pelayanan pihak rumah sakit RSUD SoE "setengah hati" terhadap istrinya.

Hal ini dikeluhkan Yefta kepada Pos- Kupang.Com, Senin ( 26/3/2018) di ruang VIP Haumeni Kelas III RSUD SoR.

Ia menceritakan, Jumat (23/3/2018), istrinya ditabrak dari belakang saat sedang mengendarai sepeda motor. Akibat tabrakan tersebut, korban dilarikan ke RSUD SoE karena mengalami luka pada bagian pelipis kanan dan bibir bagian atas. Selain itu, korban juga mengalami memar dan pembengkakan pada area wajah.

Petugas rumah sakit lalu menjahit luka pada bagian pelipis dan bibir atas korban. Selama dirawat di rumah sakit, korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian kepala sehingga pihak keluarga khawa tir.

Setelah dirawat beberapa jam, pihak rumah sakit melalui seorang dokter memperbolehkan pasien untuk pulang. Menurut dokter tersebut, setelah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis, pasien dinyatakan tidak mengalami retak pada bagian tengkorak kepala sehingga bisa diperbolehkan pulang.

Anehnya, seorang dokter wanita lainnya, mengatakan, kemungkinan pasien mengalami retak pada bagian kepala. Hal ini membuat keluarga khawatir sehingga meminta agar korban dirawat inap.

" Pak, satu dokter bilang kemungkinan tengkorak kepala retak, satu dokter bilang aman saja, tidak ada retak. Padahal, dokter spesialis belum datang lihat bagaimana keadaan istri saya. Hanya mereka sesama dokter lewat telepon lalu bilang istri saya aman saja. Apanya yang aman? Muka istri saya luka semua ini. Sudah begitu kita mau rawat inap, katanya tidak boleh ini aturan rumah sakit. Disitu yang saya sakit hati sampai marah-marah dengann petugas rumah sakit," ungkapnya dengan nada tinggi.

Setelah diperbolehkan rawat inap, Yefta mengaku, pihak rumah sakit hanya memberikan perawatan setengah hati. Karena kesal dengan pelayanan pihak rumah sakit, dia lalu mengeluhkan hal tersebut kepada salah seorang calon Bupati TTS. Selain itu, luapan kekecewaan kepada pelayanan rumah sakit juga disampaikan melalui media sosial facebook.

Ia mengaku, setelah mengeluhkan pelayanan rumah sakit kepada salah seorang calon bupati dan ke media sosial, pelayanan rumah sakit langsung berubah drastis. Dalam sehari, lebih dari satu dokter yang datang memeriksa keadaan pasien. (*)

Penulis: Dion Kota Editor: Kanis_Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lem os Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Soe

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »