Ini Pesan Misa Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki Assumpta ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ini Pesan Misa Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki Assumpta ...

Posted by On 12:09 PM

Ini Pesan Misa Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki Assumpta ...

Ini Pesan Misa Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki Assumpta Kupang

Perayaan Kamis Putih merupakan salah satu perayaan tri hari suci umat Katolik yang dirayakan menjelang kebangkitan Yesus Kristus.

Ini Pesan Misa Perayaan Kamis Putih di Gereja Paroki Assumpta KupangPOS-KUPANG.COM/MARIA AE TODAUmat Gereja St. Maria Assumpta saat menunggu perayaan ekaristi dimulai, Kamis (29/3/2018).

Laporan reporter Pos-Kupang.Com, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perayaan Kamis Putih merupakan salah satu perayaan tri hari suci umat Katolik yang dirayakan menjelang kebangkitan Yesus Kristus. Perayaan Kamis Putih juga digelar di Gereja St. Maria Assumpta Kupang, Kamis (29/3/2018).

Misa yang digelar dua kali, yaitu misa pertama pukul 17.00 Wita dan pukul 19.30 Wita tersebut selalu dipadati umat. Tak hanya memenuhi ruangan dalam gereja tetapi juga memenuhi halaman samping gereja.

Baca: Benny Harman Ikut Prosesi Semana Santa di Larantuka

Mengenakan pakaian serba putih, umat Paroki Assumpta dengam khusuk mengikuti perayaan ekaristi kudus yang dipimpin Romo Apolinarius Deddy Ladjar.

Sebelum memulai perayaan umat juga diminta mematikan ponsel masing-masing dan bukan di mode diamkan. Dalam perayaan Kamis Putih juga terdapat satu ritual khusus, yaitu saat Yesus membasuh kaki keduabelas muridnya sebelum ia mulai diadili. Hal ini juga dilakulan oleh Romo Deddy Ladjar kepada para murid yang berjumlah 12 orang dan sudah duduk megenakan pakaian serba putih.

Baca: Tahun Ini Pemkab Lembata tak Biayai Kapal Bagi Peziarah

Dalam kotbahnya diakon men gatakan, perayaan Kamis Putih adalah perayaan refleksi dimana umat diajak untuk merefleksikan diri di saat saat terakhir Yesus akan diadili.

"Dalam kehidupan pasti ada pertemuan dan begitu pula perpisahan. Saya tidak ingin mengajak saudara semua untuk mengatakan yang lalu biarlah berlalu tapi saya ingin mengajak kita semua untuk merefleksikan apa yang terjadi dengan kita selama ini, apa yang terjadi antara kita dan sahabat atau keluarga. Coba renungkan, resapi dan kaitkan itu dengan peristiwa malam ini dimana Yesus mau merendahkan dirinya untuk membasuh kaki murid-muridnya," ujar Diakon.

Diakon juga mengatakan dalam kotbahnya bahwa untuk menjalankan masa suci ini umat diminta untuk selalu mentaati apa yang sudah diajarkan oleh Yesus Kristus. Tidak menonjolkan diri dan juga selalu rendah hati adalah apa yang diajarkan oleh Yesus.

"Yesus seorang guru tapi Ia mau mencuci kaki murid-muridnya. Apakah kita bisa seperti itu atau tidak? Selalu rendah hati , tidak menyombongkan diri dengan apa yang dimiliki tetapi selalu memberikan cinta kasih tanpa pamrih kepada sesama," lanjut Diakon.

Di akhir khotbah, diakon kembali mengingatkan umatnya agar selalu menaati perintah Tuhan dan selalu saling mengasihi satu dan lainnya.
Sebelum perayaan ekaristi berakhir para petugas liturgi bersama romo melakukan perarakan sakramen mahakudus mengelilingi gereja dan halaman gereja, setelah itu diikuti oleh umat yang akan melakukan adorasi semalam suntuk menjelang hari Yesus diadili. (*)

Penulis: Maria Enotoda Editor: Kanis_Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lemos Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Kupang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »