Rekrut Pegawai Pakai Katabelece, Tenaga KSO Segera ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Rekrut Pegawai Pakai Katabelece, Tenaga KSO Segera ...

Posted by On 5:02 PM

Rekrut Pegawai Pakai Katabelece, Tenaga KSO Segera ...

Berita Flores Lembata Alor

Rekrut Pegawai Pakai Katabelece, Tenaga KSO Segera Dirumahkan Akhir Masa Kontrak Desember 2017

Penerimaan pegawai itu juga umumnya menggunakan katabelece pihak tersebut.

Rekrut Pegawai Pakai Katabelece, Tenaga KSO Segera Dirumahkan  Akhir Masa Kontrak  Desember 2017InternetBupati Lembata Yance Sunur

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Ola Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Besar kemungkinan, seluruh tenaga KSO (kerja sama operasional) yang kini bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, akan segera dirumahkan.

Pemberhentian tenaga KSO tersebut akan dilakukan sesuai masa kontrak pada 31 Desember 2017.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, dalam pertemuan dengan seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lembata, di Kuma Resort, Jumat (15/12/2017) malam. Pertemuan tersebut dipandu Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo.

Bupati Sunur mengatakan, selama ini tiap OPD merekrut tenaga KSO tanpa melalui kajian yang matang. Rekrutmen tersebut dilakukan secara sepihak tanpa sepengetahuan bupati.

Penerimaan pegawai itu juga umumnya menggunakan katabelece pihak tersebut.

Konsekuensinya, adalah pemerintah harus menyiapkan anggaran sangat besar untuk menggaji para pegawai KSO tersebut. Setiap tahun, dana yang wajib digelontorkan untuk honorarium pegawai mencapai puluhan miliar rupiah.

Pemerintah, lanjut dia, tentu sanggup mengeluarkan anggaran sebesar itu untuk gaji tenaga kontrak tersebut. Tapi pada saat yang sama, pemerintah tidak sanggup membiayai pembangunan untuk kepentingan masyarakat.< /p>

"Dalam satu tahun itu, pemerintah harus mengeluarkan anggaran miliar rupiah untuk membayar gaji tenaga KSO. Anggaran sebesar itu tidak diimbangi dengan output yang dihasilkan para pegawai tersebut," ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, tidak ada pilihan lain dalam menekan besarnya alokasi dana untuk para tenaga honorer, kecuali melakukan rasionalisasi. Dan, rasionalisasi para tenaga KSO itu akan segera dilakukan.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah telah berencana untuk merasionalisasikan 50 persen tenaga kontrak. Apabila langkah ini dilakukan, maka akan ada penghematan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

"Bayangkan kalau satu tahun itu kita bisa berhemat Rp 20 miliar. Berarti hanya dalam satu tahun anggaran saja, pemerintah bisa membangun satu stadion dengan anggaran dari rasionalisasi tenaga KSO," ujarnya memberi contoh.

Apabila pada tahun berikutnya pemerintah memandang perlu untuk merekrut lagi tenaga KSO, maka tenaga KSO yang sekarang d irumahkan, kemungkinan bisa diterima dipekerjakan kembali pada kantor- kantor pemerintah.

Akan tetapi, katanya, penerimaan kembali tenaga KSO tersebut, tentunya melalui mekanisme yang jelas. Lagi pula penerimaan pegawai baru itu harus didasarkan pada analisis kebutuhan pegawai di lingkungan kantor pemerintah.

"Jadi mekanisme seperti ini yang harus dilakukan. Bukan seperti yang ada selama ini, yaitu penerimaan pegawai kontrak, dilakukan secara diam-diam. Jadi yang salah kita tinggalkan lalu kita buat lagi sistem baru, sejalan dengan aturan pemerintah," tandasnya. (*)

Penulis: Frans Krowin Editor: Rosalina Woso Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Inilah 5 Fakta Mutilasi SPG Cantik di Karawang, Korban Dibunuh karena Terus-teru san Minta Mobil Sumber: Google News | Liputan 24 Lewoleba

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »