Melanggar HAM, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Militer Myanmar | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Melanggar HAM, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Militer Myanmar

Posted by On 8:11 PM

Melanggar HAM, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Militer Myanmar

Melanggar HAM, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Militer Myanmar

Berlianto

Melanggar HAM, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Militer Myanmar
AS menjatuhkan sanksi kepada pejabat militer Myanmar terkait pelanggaran HAM terhadap Rohingya. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A- WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada 52 orang dan entitas atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi. Salah satunya adalah perwira militer Myanmar, Maung Maung Soe, yang mengawasi tindakan brutal terhadap minoritas muslim Rohingya.
"Amerika Serikat telah memeriksa bukti yang dapat dipercaya tentang kegiatan Maung Maung Soe , termasuk tuduhan terhadap pasukan keamanan Myanmar atas pembunuhan di luar hukum, kekerasan seksual dan penangkapan sewenang-wenang serta pemboman desa yang meluas," kata Departemen Keuangan AS seperti disitat dari Reuters, Kamis (21/12/2017).
Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada Benjamin Bol Mel, yang bertugas sebagai penasihat Presiden Sudan Selatan Salva Kiir, dan mantan pemimpin Gambia Yahya Jammeh, kata departemen tersebut.
"Sanksi yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Akuntabilitas Intelijen Global Magnitsky menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi secara global dengan menutup pelaku buruk ini dari sistem keuangan AS," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam pernyataan tersebut.
Sanksi tersebut termasuk membekukan aset milik individu dan entitas yang berada dalam yurisdiksi AS dan menghalangi warga AS untuk melakukan transaksi dengan mereka.
&quo t;Individu lain yang ditargetkan adalah Gulnara Karimova, putri mantan pemimpin Uzbekistan Islam Karimov, dengan alasan aktivitas korupsi," bunyi pernyataan tersebut. (ian) Follow Us : Follow @SINDOnewsSumber: Google News | Liputan 24 Soe

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »