Kompak NTT Desak MA Segera Eksekusi Gedung DPRD Nagekeo | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kompak NTT Desak MA Segera Eksekusi Gedung DPRD Nagekeo

Posted by On 8:06 AM

Kompak NTT Desak MA Segera Eksekusi Gedung DPRD Nagekeo

Kompak NTT Desak MA Segera Eksekusi Gedung DPRD Nagekeo

Perkara sudah melewati (a) Pengadilan Negeri (PN) Bajawa, (b) Pengadilan Tinggi Kupang, dan Mahkamah Agung (MA) untuk kasasi hingga PK

Kompak NTT Desak MA Segera Eksekusi Gedung DPRD NagekeoIstimewaSekitar 100 orang masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) dan Aliansi Masyarakat Nasional (Amman) Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) berunjuk rasa di depan gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (15/12).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) dan Aliansi Masyarakat Nasional (Amman) Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT ) meminta Mahkamah Agung memerintahkan Ketua Pengadilan Negeri Bajawa agar segera eksekusi perkara gedung DPRD Nagekeo yang sudah berkuatan hukum tetap (inkracht).

Mereka juga mendesak MA segera mengirim salinan putusan perkara Nomor 1574/PDT/2017 tertanggal 19 September 2017 kepada PN Bajawa yang berisi menolak permohonan kasasi tergugat, Bupati Nageko Elias Djo yang meminta MA agar perkara gedung DPRD Nagekeo tidak bisa dieksekusi.

Sekitar 100 orang masyarakat yang tergabung dalam berunjuk rasa di depan gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (15/12)

Ketua Kompak NTT, Gabriel Sola, tidak segera diekseksekusinya gedung DPRD Nagekeo, maka, pertama, Elias Djo dan wakilnya Paul Nuwa Veto yang paling bertanggungjawab atas kasus tersebut.

Menurut Gabriel, dengan inkracht-nya perkara tersebut maka dua orang ini harus bertanggung jawab secara pidana dan masuk penjara.

Baca: Bonus Musim Dingin Karyawan di Jepang Rata-rat a 710.000 Yen, Hakim Mahkamah Agung Paling Tinggi

Karena atas keputusan Elias Djo dan Paul Nuwa Veto (sebagai Ketua DPRD Nakegeo waktu itu) menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp 10,3 miliar untuk membangun gedung DPRD Nagekeo itu.

“Belum termasuk uang membeli lahan tersebut kepada orang yang salah,” kata dia.

"Belum dieksekusinya gedung tersebut maka kemanfaatan hukum serta kepastian hukum tidak ada," kata dia.

Jika gedung DPRD Nagekeo belum juga dieksekusi maka citra pengadilan semakin rusak.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Eko Sutriyanto Ikuti kami di Terkuak! Bukan Karena Mobil, Surat Terakhir SPG Cantik yang Dimutilasi Suami Jadi Jawaban Sumber: Google News | Liputan 24 Bajawa

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »