Inilah Wajah Indah Nagekeo Versi Pater Charles Beraf | Liputan 24 Nusa Tenggara Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Inilah Wajah Indah Nagekeo Versi Pater Charles Beraf

Posted by On 10:08 AM

Inilah Wajah Indah Nagekeo Versi Pater Charles Beraf

Inilah Wajah Indah Nagekeo Versi Pater Charles Beraf

Ini cara yang indah dilakukan seorang intelektual dalam melihat dan mengkaji kasanah budaya

Inilah Wajah Indah Nagekeo Versi Pater Charles BerafPos Kupang/Adiana AhmadPara Pemerhati Budaya dari Kanan, Winibaldus Soba, Mario Lawi, dan Patris Seo dengan moderator, Bonafasius Beding dalam Peluncuran dan Bedah Buku Ulu Eko karya Pater Charles Beraf di Pelita Hotel Mbay, Selasa (12/12/2017)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | MBAY - Sebuah gambaran tentang wajah Nagekeo berhasil dilukiskan secara indah dalam bentuk puisi di sebuah buku berjudul Ulu Eko oleh Pater Charles Beraf, SVD.

In spirasi itu lahir ketika penulis menjalankan tugasnya sebagai misionaris di Paroki Boanio. Meskipun kesuluruhan isi dari buku tersebut masih 'Nataia Banget' (kata Anggota DPRD Nagekeo, Rispan Panteleon Jogo), namun kehadiran Ulu Eko menyadarkan orang Nagekeo tentang kekayaan budayanya sekaligus membuka jalan lahirnya karya-karya intelektual baru dari kekayaan budaya lokal di daerah itu.

Buku setebal 68 halaman itu secara resmi diluncurkan pada Selasa (12/12/2017) di Pepita Hotel Mbay.

Terhadap kehadiran buku mungil tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari para tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerhati budaya Nagekeo yang hadir dalam peluncuran biku tersebut.

Tidak seperti buku biasa, Ulu Eko yang diterbitkan oleh penerbit CV Lamalera tersebut merupakan kumpulan dari puisi tentang Nagekeo yang dituliskan Pater Charles dalam tiga bahasa, Nagekeo, Indonesia dan Inggris.

Peluncuran buku Ulu Eko diawali dengan Bedah Buku yang dipandu Direktur CV Lam alera, Bonavasius Beding dengan melibatkan audiens para toloh adat, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh wanita di Nagekeo.

Bedah buku Ulu Eko juga menghadirkan pemerhati budaya Nagekeo, Winibaldus Soba dan Ketua Suku Nataia, Patrisisius Seo serta Sastrawan muda, Mario Lawi.

Tokoh Masyarakat Nagekeo asal Kecamatan Mauponggo, Mikael Dhae menilai Ulu Eko merupakan sebuah buku kecil dengan cakupan makna yang luas dan luar biasa.

"Ulu Eko, itu Nagekeo. Ulu Eko menggambarkan wajah Nagekeo yang selama ini belum ada selama ini belum ada yang dokumentasikan dalam bentuk tulisan. Luar biasa," kata Mikael.

Apresiasi yang sama juga datang dari Sekretaris Dinas Pariwisata Nagekeo, Silvester Teda.

"Ini karya yang luar biasa. Menyadarkan kami orang Nagekeo bahwa daerah ini sesungguhnya sangat kaya akan kebudayaannya. Saking kayanya, sampai Pater Charles Beraf harus menggambarkan dalam puisi. Karya kecil ini akan membuka jalan bagi kami untuk lebih jeli melihat kekayaan itu," katanya.

Pater Charles Beraf yang ditemui di sela-sela Peluncuran Buku Ulu Eko mengatakan, Ulu Eko baru menggambarkan sebagian kecil tentang Nagekeo.

Ulu Eko, kata Charles, sebenarnya lebih tepat kumpulan puisi tentang kehidupan masyarakat Nagekeo dengan lokus kehidupan masyarakat suku Nataia, tempat ia memulai tulisan Ulu Eko.

Charles berharap, setelah Ulu Eko akan lahir buku-buku baru tentang kekayaan budaya Nagekeo sebagai jendela bagi orang luar untuk mengenal Nagekeo. (*)

Penulis: Adiana Ahma Editor: marsel_ali Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Adu Mulut Berbuntut Adu Fisik, Polwan Cantik Dicakar Wanita Ini, Berawal dari Masalah Mobil Sumber: Google News | Liputan 24 Mbay

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »