Liputan 24 Nusa Tenggara Timur | Liputan 24 Indonesia
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 12:07 AM

Presiden Jokowi Bermalam di Kamp Pengungsi Lombok

WASHINGTON DC â€"

Presiden Joko Widodo Senin malam (13/8) bermalam bersama korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tim VOA di lapangan melaporkan, Jokowi bermalam di sebuah kamp pengungsi yang dibangun di belakang Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Tanjung di Lombok Utara. Sebelum beristirahat, presiden sempat berdialog langsung dengan masyarakat pengungsi di Lapangan Super Semar Tanjung yang menyampaikan berbagai keluhan dan masukan mereka atas penanganan serangkaian gempa, yang terjadi susul menyusul sejak 29 Juli lalu.

Pada tahap awal 1.000 kepala keluarga dipastikan akan mendapat perbaikan rumah, dengan nilai bantuan stimulus 50 juta rupiah per epala keluarga yang rumahnya rusak berat, 25 juta rupiah untuk yang rumahnya rusak sedang dan 10 juta rupiah untuk yang rusak ringan.

Presiden Joko Widodo menyalami para korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin 13/8    (Courtesy: Setpres RI).
Presiden Joko Widodo menyalami para korban gempa di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin 13/8 (Courtesy: Setpres RI).

Bantuan stimulus untuk pembangunan dan perbaikan dengan konsep rumah tahan gempa ini akan diberikan dalam bentuk tabungan. Proses pembangunan yang akan dimulai pekan ini juga, akan diawasi langsung oleh Gubernur NTB, dengan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sementara perbaikan fasilitas umum, rumah sakit dan sekolah akan dimulai dua minggu dari sekarang.

Hingga hari Senin (13/8) jumlah korban yang meninggal akibat gempa berkekuatan 7 SR tanggal 5 Juli lalu mencapai 437 jiwa, yang sebagian besar berasal dari Lombok Utara. Sementara jumlah pengungsi mencapai 352.793 jiwa. Total kerusakan infrastruktur mencapai lebih dari 52.812 unit rumah, 458 sekolah, 197 tempat ibadah dan fasilit as umum.

Presiden Gelar Rapat Terbatas di Halaman RSUD Tanjung

Senin siang setibanya di Lombok Utara yang porak poranda akibat gempa, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di halaman RSUD Tanjung, Lombok Utara. Ada empat hal utama yang ditegaskannya dalam rapat itu, antara lain memastikan jumlah infrastruktur yang rusak sehingga dapat didistribusikan bantuan yang dibutuhkan, dan agar bantuan bagi warga yang rumahnya rusak berat diserahkan mulai Selasa (14/8). "Dimulai besok pagi akan segera kita serahkan bantuan untuk rumah yang rusak berat. Saya harapkan besok paling tidak minimal bisa seribu diserahkan. Kemudian setelah itu penyerahan bantuan untuk perbaikan rumah lainnya segera dilaksanakan terus," ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas penanganan pasca gempa Lombok di halaman RSUD Tanjung, Lombok, Senin 13/8 (Courtesy: Setpres RI).
Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas penanganan pasca gempa Lombok di halaman RSUD Tanjung, Lombok, Senin 13/8 (Courtesy: Setpres RI).

Hal lain yang digarisbawahinya adalah soal prioritas perbaikan fasilitas penunjang perekonomian, fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Dahulukan perbaikan pasar. Pasar-pasar yang rusak ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali... juga fasilitas umum yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan, satu per satu dimulai. Jangan sampai terlalu lama tidak disentuh sehingga anak-anak kita nanti tidak bisa belajar...,” tegasnya.

Mengingat lokasi Nusa Tenggara Barat dan Timur yang kerap dilanda gempa, Jokowi ingin agar warga mendapat pendidikan dengan hal ini, termasuk peringatan dini dan pembangunan rumah tahan gempa. “Harus kita mulai sejak saat ini pembangunan rumah yang sesuai dengan konstruksi RISH A (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi RISHA ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU sehingga betul-betul rumah yang ada sebanyak yang tadi sudah disebutkan betul-betul rumah yang tahan gempa," kata Presiden.

Presiden Joko Widodo menjenguk para korban gempa yang dirawat di RSUD Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin 13/8 (Courtesy: Setpres RI).
Presiden Joko Widodo menjenguk para korban gempa yang dirawat di RSUD Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin 13/8 (Courtesy: Setpres RI).

Ini merupakan kunjungan kedua Jokowi sejak gempa tanggal 29 Juli lalu. Tetapi baru pertama kali presiden ikut bermalam bersama warga di kamp pengungsi.

Ia didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsek al Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M. Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. [em]

Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

thumbnail

Posted by On 6:28 AM

Jokowi Bertolak ke NTB Tinjau Penanganan Korban Gempa Lombok

Gempa di Lombok

Jokowi Bertolak ke NTB Tinjau Penanganan Korban Gempa Lombok

Diketahui, Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa

Jokowi Bertolak ke NTB Tinjau Penanganan Korban Gempa LombokBiro Pers Setpres/Laily RachevPresiden Joko Widodo hari ini Senin (13/8/2018) bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 13.20 WIB

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK - Presiden Joko Widodo hari ini Senin (13/8/2018) bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 13.20 WIB.

Berdasarkan keterangan Biro Pers Istana Kepresidenan, di Provinsi NTB Presiden akan meninjau posko pengungsian gempa Lombok yang terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018 lalu.

Baca: Beri Bantuan Langsung ke Korban Bencana Lombok, Tim Al-Bayani Kesulitan Akses

Tiba di Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat sekitar pukul 16.08 WITA, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Diketahui, Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari ini menyebutkan 436 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7 SR.

Korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 or ang, Kota Mataram sembilan orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah dua orang dan Kota Lombok dua orang.

Sementara itu, korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dengan rincian 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.

Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok hingga Senin ini, tercatat ada 352.736 pengungsi.

Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan fisik yang meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, enam jembatan rusak, tiga rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono Editor: Imanuel Nicolas Manafe Ikuti kami di Selangkah Lagi Capai Gelar Sarjana Hukum, Mahasiswi Unhas Ini Tewas usai Dibegal Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

thumbnail

Posted by On 9:24 PM

Ikon-Ikon Pariwisata Nusa Tenggara Barat setelah Gempa

Dampak gempa bumi sangat memukul sektor wisata Nusa Tenggara Barat (NTB), baik di pulau, pantai, maupun gunung. Di Rinjani, banyak yang untuk sementara harus beralih pekerjaan.

RAGIL PUTRI I., Mataram-SYAHRUL YUNIZAR, Jakarta

Ikon-Ikon Pariwisata Nusa Tenggara Barat setelah Gempa
Indahnyan Danau Sembalun di puncak Gunung Rinjani sebelum Lombok diguncang gempa berturut-turut. (Ivan/Lombok Pos/Jawa Pos Group)

---

WAJAH Gugun tampak lesu. Matanya kerap menerawang ke berbagai bangunan yang roboh di Gili Trawangan. "Ini nanti kayaknya bakal off sampai berbulan-bulan. Nggak tahu lagi deh nanti gimana," katanya lesu.

Bertahun-tahun pria 27 tahun tersebut menggantungkan hidup di pulau berjuluk Party Island itu. Bekerja di tempat persewaan peralatan selam. Tapi, yang didapatinya Kamis lalu (9/8) adalah pulau "mati". Ba­ngunan rusak berserak. Sepi.

Sebab, ribuan orang wisatawan, domestik maupun asing, telah dievakuasi dari sana sejak Senin (6/8). Atau sehari setelah gempa 7 skala Richter (SR) mengguncang Lombok, pulau di seberang Gili Trawangan. Yang diikuti peringatan tentang potensi terjadinya tsunami.

Gempa tersebut tak cuma menimbulkan kerusakan dan korban meninggal dalam jumlah masif. Tapi sekaligus juga sangat memukul sektor yang selama ini menjadi andalan NTB: pariwisata.

Tahun lalu sekitar 3 juta wisatawan mengunjungi NTB. Yang punya begitu banyak destinasi: mulai gili (pulau), pantai, sampai geopark.

Tapi, sejak gempa pekan lalu, ditambah gempa 6,4 SR sepekan sebelumnya (29/7), semua seolah ikut roboh. Di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), misalnya, banyak pelaku wisata terkait yang untuk sementara harus banting profesi.

Padahal, Agustus biasanya adalah "Lebaran". Ramai-r amainya para pendaki dari berbagai kota dan negara datang. Untuk menggapai puncak setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut itu.

Track organizer, porter, dan guide, semua sibuk. Tapi tidak kali ini. "Mereka kembali bertani. Itu pun dengan kondisi pulang ke rumah tidak berani diam di dalam, tetap di tenda," ungkap Rahadi Irawan, penggiat wisata sekaligus pendaki Rinjani, kepada Jawa Pos Jumat lalu (10/8).

Saat gempa 29 Juli lalu mengguncang Lombok, ratusan pendaki terperangkap di sekujur Rinjani. Setelah semua berhasil dievakuasi, Rinjani pun ditutup dari pendakian. Guncangan gempa sepekan kemudian membuat Rinjani kian "tertutup". Sebab, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur yang jadi pintu masuk terdampak paling parah.

Menurut Adi, sapaan Rahadi Irawan, banyak pula rekan seprofesi di antara mereka yang memilih turun ke Mataram, ibu kota NTB. Mencoba mengais rezeki dari destinasi wisata lain. Namun, kondisinya sama saja. "Info dari rekan-rekan yang bergerak di wisata, banyak tamu yang cancel untuk perjalanan ke Lombok," ucapnya.

Yang disampaikan Adi memang sejalan dengan yang disaksikan Jawa Pos. Di Senggigi, pantai populer di Lombok, pada Kamis lalu, tak sedikit hotel atau tempat penginapan yang memilih tutup. "Hanya plafon yang rusak. Tapi, kami nggak berani buka, harus direnovasi dulu," ungkap Vivi Siregar, pemilik vila di Senggigi.

Vivi belum sempat menghitung kerugian yang dialami. Namun, dia maupun pemilik usaha lain perlu waktu berbulan-bulan untuk renovasi. "Kami harus pastikan kondisi aman dulu. Mudah-mudahan saat Natal sudah bisa kembali norma l," harapnya.

Tapi, di balik segala kesulitan itu, upaya untuk bangkit terus dilakukan. Kepala Seksi Wilayah II Balai TNGR Rio Wibawanto mengatakan, pihaknya bakal kembali bergerak untuk menyusun langkah dan strategi pascagempa. Termasuk di antaranya mengumpulkan masyarakat yang selama ini mengais rezeki melalui wisatawan yang datang ke Gunung Rinjani. "Ada banyak, hampir seribuan," imbuh Rio.

Apabila tidak ada kendala, Senin (13/8) mereka bakal kembali fokus mengurusi TNGR. Sebab, pekerjaan sudah menumpuk. Menurut Rio, banyak hal yang perlu dievaluasi. Termasuk rencana menambah sejumlah fasilitas di jalur pendakian Gunung Rinjani. "Mungkin ada revisi-revisi anggaran. Karena harus ada yang disesuaikan," ujarnya.

Balai TNGR tidak ingin lumpuhnya aktivitas di Gunung Rinjani berlangsung lama. Tapi, mereka juga tidak boleh gegabah. Semua harus diperhitungkan dengan matang. Jangan sampai malah memperkeruh keadaan.

Di Gili Trawangan, H Dani, pemilik persewaan kapal, juga tak sabar untuk membuka lagi usahanya. "Tapi, untuk saat ini, yang penting selamat dulu," tuturnya.

(*/c9/ttg)

Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

thumbnail

Posted by On 9:24 PM

Diguncang Ratusan Kali, Sumur Air Tanah di Nusa Tenggara Barat ...

Gempa Lombok

Diguncang Ratusan Kali, Sumur Air Tanah di Nusa Tenggara Barat Hilang

Diguncang gempa bumi ratusan kali sejak Minggu (5/8/2018), wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara mengalami retakan dalam.

Diguncang Ratusan Kali, Sumur Air Tanah di Nusa Tenggara Barat HilangTwitterSejumlah wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara mengalami soil liquefaction atau retakan dalam. Tanah bergeser, sumur air pun mengering.

DIGUNCANG gempa bumi ratusan kali sejak Minggu (5/8/2018), sejumlah wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara mengalami soil liquefaction atau retakan dalam.

Tanah bergeser, sumur air pun mengering.

Kabar buru k itu disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia lewat Magma Indonesia.

Dijelaskan, retakan tanah yang terjadi menyebabkan ribuan bangunan roboh karena terus bergeraknya tanah.

"Soil liquefaction atau likuifaksi/pelulukan tanah terjadi akibat gempa bumi Lombok pada 5 Agustus 2018 dengan magnitudo M7.0. Silahkan dibaca keterangan Tim Tanggap Darurat dari PVMBG mengenai fenomena likuifaksi ini (https://t.co/I3VQRF6A1k)," tulis admin @id_magma.

Dalam halaman situs Magma Indonesia, gempa bumi Lombok dengan M7.0 yang terjadi pada hari Minggu (5/8/2018) pukul 18:45:35 WIB, telah mengakibatkan kerusakan luar biasa dan korban jiwa di Lombok Utara dan Lombok Timur serta kawasan, sekitarnya.

Kedua kawasan yang sebelumnya pada tanggal 29 Juli 2018 telah diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan M6,4.

Robohnya bangunan yang banyak menyebabkan korban jiwa disebabkan oleh goncangan gempa bumi, surface rupture (retakan tanah) dan bahaya ikutan dalam hal ini likuifaksi atau pelulukan tanah.

Fenomena likuifaksi atau pelulukan tanah atau soil liquefaction adalah suatu proses yang membuat tanah kehilangan kekuatannya dengan cepat.

Penyebabnya karena getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi kuat pada kondisi tanah berbutir halus dan jenuh air.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Dwi Rizki Editor: Dian Anditya Mutiara Sumber: Warta Kota Ikuti kami di Selangkah Lagi Capai Gelar Sarjana Hukum, Mahasiswi Unhas Ini Tewas usai Dibegal Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

thumbnail

Posted by On 11:19 PM

Rumah Adat Bayan Tak Goyah oleh Gempa Lombok 7 SR, Apa ...

Liputan6.com, Mataram - Bangunan yang berdindingkan bambu yang dianyam serta atap ilalang, tampak masih kokoh berdiri. Padahal di perut bumi bangunan itu, telah terjadi pergerakan patahan berkekuatan 7 Skala Richter (SR).

Bahkan, gempa tektonik itu telah merusak 22.721 rumah sesuai data sementara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bangunan kokoh itu, rumah adat Bayan yang terletak di Kampung Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang berjarak sekitar 80 kilometer dari ibu kota provinsi. Bangunan itu berada dalam satu kompleks, di antaranya dikenal dengan nama Kampung Adat Bayan Timur.

Di Kampung Adat Bayan Timur, terdapat tiga beruga atau dikenal bale-bale sebagai tempat berkumpul untuk upacara adat dan dua lumbung padi. Di sekeliling kompleks itu, dipagari pagar bambu dan di sebelahnya berdiri sejumlah rumah adat yang berfungsi untuk tempat tinggal.< /p>

Namun, tidak sembarangan orang bisa memasukinya, terutama setelah gempa. Dalam kepercayaan masyarakat adat, harus ada pantangan tertentu untuk memasuki kompleks pemukiman yang juga dipagari bambu.

  • Evakuasi Panjang Korban Gempa Lombok dari Reruntuhan Dermaga Jetty Gili Trawangan
  • Kepepet Pilkades, Kepala Desa di Sragen Mendadak Jadi Penipu Sekaligus Perampok
  • Kisah Jelang Pernikahan Perempuan Bone dengan Hantaran Tembus Rp 1 Miliar

Warga adat Bayan yang menganut agama Islam Wetu Telu, sangat menghormati leluhur atau nenek moyangnya. Salah satunya terkait dengan rumah yang tidak hanya sebagai tempat tinggal namun juga memiliki nilai spiritual.

Membahas rumah adat itu berhubungan dengan gempa, menunjukkan bagaimana nenek moyangnya memahami atau menyadari bahwa mereka tinggal di tanah yang rawan gempa hingga bangunan terbuat dari bahan alami itu menjadi solusi dalam mengatasi bencana alam tersebut.

Demikian pula de ngan Masjid Kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap berdiri tegak sama sekali tidak mengalami kerusakan yang berarti. Kecuali, pagar tembok terlihat berserakan dihempas gelombang gempa yang berlangsung terus menerus.

Masjid yang berdindingkan bambu dan beratapkan bambu ditutup ijuk itu, serta berpondasikan susunan rapi batu, berdiri kokoh di atas gundukan tanah seperti bukit kecil.

"Alhamdulillah tidak ada yang rusak," kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat dilansir Antara, Sabtu, 11 Agustus 2018. Yang rusak, hanya pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja. "Ini pagar tembok sedang dibersihkan," katanya.

Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu.

Kecamatan Bayan dinilai salah satu gerbang masuknya Isl am di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau ini.

1 dari 2 halaman

Minta Bangunan Kayu

Bangunan Luluh Lantak, Korban Gempa Lombok Salat di Luar Ruangan
Seorang salat dekat sawah di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (8/8). Gempa Lombok meluluhlantakkan rumah, pertokoan, tempat ibadah, dan bangunan lainnya. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Entah belajar dari rumah adat Bayan, warga korban gempa juga ingin mengikutinya dengan membangun rumah kayu. Warga Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, ingin dibuatkan rumah kayu agar tidak menjadi korban gempa bumi yang rawan terjadi di Pulau Lombok dan sekitarnya.

"Kalau seperti program kementerian, Rumah Tidak Layak Huni itu kita takut. Itu kan bangunan batu b ata, yang ada di Bayan saja ambruk, baiknya rumah kayu saja," kata Suri, warga Desa Santong, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Bahkan, rumah yang terbuat dari struktur batu bata itu, tiang bangunannya ada yang menggunakan bambu. "Jadi bagaimana tidak ambruk, tiang bangunannya dari bambu," ujarnya.

Pantauan Antara, kondisi rumah yang masuk dalam proyek RTLH Kementerian PUPR di Kecamatan Bayan hampir sama dengan bangunan rumah warga biasanya, retak dan rawan roboh. Bahkan, ada yang sudah rata dengan atap bangunannya.

Terkait dengan upaya rekonstruksi pascagempa di Lombok, pemerintah menjanjikan akan memberi bantuan pembangunan rumah yang tahan gempa kepada masyarakat NTB yang terkena dampak gempa bumi.

"Ini bantuan, saya sudah bicara dengan pemkab yang menerima bantuan. Yang ingin bangun lagi, harus ikut konstruksi tahan gempa yang akan dipandu PUPR," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai rapat terbatas mengenai Pena nganan Bencana Alam NTB di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat lalu.

Menurut Basuki, konstruksi rumah yang diharapkan tahan gempa harus dilakukan di kawasan rawan gempa. Untuk rumah yang mengalami rusak berat akan diberikan dana Rp 50 juta, sementara rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan mendapat Rp 10 juta.

Pengalaman membangun rumah tahan gempa, baik di Provinsi Aceh maupun DI Yogyakarta, akan menjadi acuan dalam tahap rekonstruksi di Lombok. Pembangunan akan memanfaatkan sistem swakelola, yaitu masyarakat bekerja sendiri dengan rancangan konstruksi rumah dari Kementerian PUPR.

Sisa bahan bangunan yang masih dapat dimanfaatkan akan digunakan untuk tambahan bahan pembangunan.

Kepala pelaksana BNPB NTB Muhammad Rum menyarankan warga yang terdampak gempa tektonik 6,4 Skala Richter (SR), untuk membangun rumah kayu. "Atapnya kan bisa menggunakan ijuk atau alang-alang," katanya.

Imbauan tersebut, kata dia, berdasarkan potensi ancaman ben cana di daerah tersebut akan terus terjadi. Ia mencontohkan ada rumah di wilayah itu yang menggunakan dinding dari kayu, sama sekali tidak terdampak gempa.

Ia menyebutkan, rata-rata rumah yang ambruk itu, pondasinya buruk. "Sekali terkena guncangan, langsung ambruk," katanya.

Karena itu, pihaknya pernah meminta gambar bangunan kayu dan besaran biaya pembangunan dari salah satu puslitbang kantor pemerintahan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pasca gempa yang mengguncang Lombok, warga mulai kembali beraktivitas. Pasar sementara pun dibuka untuk melayani kebutuhan warga.

Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur

thumbnail

Posted by On 4:25 AM

Hanya di Nusa Tenggara Barat, Oleh-Oleh Khas ini Wajib Dibeli

SALAH satu hal yang tak boleh dilupakan saat melancong ialah oleh-oleh. Memberi oleh-oleh kepada orang terdekat membuat mereka berpikir bahwa kamu peduli dan memikirkan mereka. Setiap daerah memiliki oleh-oleh dengan ciri khas masing-masing.

Di Nusa Tenggara Barat, berbagai macam pilihan oleh-oleh bisa kamu bawa pulang, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan khas Lombok. Berikut oleh-oleh khas NTB.


1. Mutiara Lombok

Keindahan mutiara Lombok tak diragukan lagi. Hanya dengan ikatan cincin sederhana, mutiara-mutiara tersebut terlihat cantik dan menawan. Bagi kamu yang ingin berburu perhiasan mutiara khas Lombok, datanglah ke Sekarbala, Mataram. Di sana para perajin mutiara berkumpul. Kamu juga bisa menjumpai pedagang mutiara yang menjajakan dagangan di kaki lima hingga di toko. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 50 ribu saja.

2. Dodol Rumput Laut

Dodol rumput laut yang unik. (foto: Instagram @lombokbehappy)

Jika biasanya dodol terbuat dari santan dan sari buah-buahan, Lombok memiliki dodol yang cukup unik. Dodol yang satu ini terbuat dari rumput laut. Rumput laut memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti membersihkan racun di tubuh, antibakteri, dan membuat berat badan ideal.
Harga dodol ini cukup murah, yakni Rp 15 ribu dengan berat sekitar 200 gram.

3. Cukli

cukli
Aneka kerajinan cukli. (foto: sumberarum)

Tak lengkap rasanya perjalanan ke Lombok tanpa membawa kerajinan tangan khas Lombok ini. Keindahannya ma mpu memikat wisatawan asing. Cukli adalah potongan kulit kerang yang dijadikan sebagai ornamen pada kerajinan kayu. Kerajinan ini memiliki motif yang unik dan beragam. Untuk membuat cukli, dibutuhkan ketelitian dan ketepatan. Ketelitian diperlukan untuk membuat pola pada permukaan kayu dengan alat khusus. Sementara itu, ketepatan dibutuhkan untuk memasukkan kerang ke pola yang telah dibuat.

Berkunjunglah ke Desa Lendang Re. Selain membeli cukli, kamu juga bisa bertanya tentang proses memasukkan kerang ke kayu. Untuk membeli cinderamata unik ini, kamu perlu merogoh kocek Rp 350 ribu.


4. Minyak Gosok Sumbawa

Bagi kamu yang ingin membeli oleh-oleh yang berguna bagi kesehatan, cobalah beli minyak gosok khas Sumbawa. Minyak tersebut dibat dari ramuan rahasia. Konon, proses pembuatan minyak yang satu ini tak main-main lo. Para pembuatannya menggunakan kelapa jenis tertentu dengan jumlah tertentu. Selain itu, minyak ini hanya boleh diproduksi pada bulan Muharam saja. Minyak ini juga hanya boleh dipakai para pria. Menurut kepercayaan setempat, kualitas minyak ini akan rusak jika digunakan perempuan.

5. Kendi Maling

Kendi Maling adalah kerajinan gerabah yang dibuat warga Desa Banyumelek. Yang membuat kendi satu ini tampak istimewa ialah bagian leher kendi yang panjang dan menyempit. Diameter leher kendi yang kecil membuat air susah dimasukkan lewat atas. Kamu harus memasukkan air dari bagian bawah kendi layaknya maling yang masuk mengendap-endap lewat bawah. Itulah sebabnya kendi yang satu ini dijuluki kendi maling. Untuk membawa pulang kendi unik ini, kamu perlu mengeluarkan uang Rp 100 ribu saja.

6. Susu Kuda Liar

Bosan dengan susu sapi? Cobain susu kuda liar. Susu kuda liar hanya dapat ditemui di Lombok dan Sumbawa. Jangan remehkan minuman anti-mainstream asal Sumbawa ini. Susu kuda liar mengandung khasiat yang cukup banyak bagi kesehatan tubuh. Berd asarkan penelitian di Universitas Jena, Jerman, susu kuda liar dapat mengobati radang usus.

Selain membawa manfaat untuk kesehatan, susu kuda liar juga memiliki rasa yang lebih gurih jika dibandingkan dengan susu sapi. Itu disebabkan kandungan gula yang cukup tinggi pada susu ini. Datanglah ke Kampung Wisata Susu Kuda 88 yang terletak di Jalan Lintas Sumbawa, Dusun Tolonggeru, Desa Monggo. Sebotol susu kuda liar dibanderol dengan harga Rp 85 ribu per botol.(*)

Sumber: Berita Nusa Tenggara Timur