Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 12:10 PM

MANTAP! Petugas UPTD Pasar dan Babinsa Kota Waingapu ...

MANTAP! Petugas UPTD Pasar dan Babinsa Kota Waingapu Bersihkan Pasar Matawai

Pembersihan lokasi pasar ini sebagai bentuk memperindah pemandangan pasar tanpa mengganggu pengunjung.

MANTAP! Petugas UPTD Pasar dan Babinsa Kota Waingapu Bersihkan Pasar MatawaiPOS KUPANG/ROBERT ROPOPetugas bersama warga pedagang pasar Inpres Matawai sedang membresihkan sampah di Pasar Matawai.

Laporan Wartawan pos-kupang.com, Robert Ropo

POS KUPANG.COM|WAINGAPU - Petugas UPTD Pasar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) bersama Babinsa Kota Waingapu melakukan bakti sosial (baksos) pembersihan drainase di Pasar Inpres Matawai, Kota Waingapu, Jumat (16/3/2018) pagi.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala UPTD Pasar Bapenda Sumtim, Agustinus Haleku Nongu dan Babinsa Kota Waingapu Koramil 1601-05 Kota Waingapu, Kodim 1601 Sumba Timur, Serka Rafael Tende bersama para petugas UPTD Pasar dan masyarakat pedagang di Pasar Matawai.

Baca: SEGERA! Dinkes Kota Kupang Akan Gelar Imunisasi Campak Rubela

Petugas bersama warga pedagang pasar Inpres Matawai sedang membresihkan sampah di Pasar Matawai.
Petugas bersama warga pedagang pasar Inpres Matawai sedang membresihkan sampah di Pasar Matawai. (POS KUPANG/ROBERT ROPO)

Kepala UPTD Pasar, Agustinus Haleku Nongu ketika ditemui pos-kupang.com di sela kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan bakti sosial tersebut dengan membersihkan sampah yang berserakan dan sampah di dalam drainase tersebut sebagai tanggungjawab UPTD dan bersama warga pedagang di pasar.

Ia mengatakan, pembersihan lokasi pasar tersebut sebagai bentuk memperindah pemandangan pasar dan tidak mengganggu pengunjung yang masuk untuk membeli di pasar.

Baca: KEREN! Pawai Ogoh-ogoh ala NTT, ada Liukan Barongsai dan Reog Ponorogo

Kata dia, ke depan bakti sosial tersebut akan dilakukan secara rutinitas pada setiap hari Jumat dalam pekan dan akan dilaksanakan secara bergilir dari semua lokasi pasar yang ada di daerah itu.

Petugas bersama warga pedagang pasar Inpres Matawai sedang membresihkan sampah di Pasar Matawai.
Petugas bersama warga pedagang pasar Inpres Matawai sedang membresihkan sampah di Pasar Matawai. (POS KUPANG/ROBERT ROPO)

Agustinus juga meminta kepada warga pedagang di pasar agar jangan membuang sampah sembarang di dalam kompleks pasar dan harus bertanggungja wab atas kebersihan pasar hal ini untuk kenyamaan dan keindahan lingkungan pasar. (*)

Penulis: Robert Ropo Editor: Frederikus Riyanto Bau Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lemos Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Waingapu

thumbnail

Posted by On 12:10 PM

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoE

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoE

Yefta Hironimus Supbaba, warga Desa Melalete, Kecamatan Amanuban Barat, mengaku sakit hati dengan pelayanan RSUD SoE.

Yefta Mengaku Sakit Hati dengan Pelayanan RSUD SoEPOS-KUPANG.COM/DION KOTAYefta Supbaba sedang menemani istrinya, Kristina Missa yang sedang dirawat di RSUD Soe.

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG.COM, SOE - Yefta Hironimus Supbaba, warga Desa Melalete, Kecamatan Amanuban Barat, mengaku sakit hati dengan pelayanan RSUD SoE.

Pasalnya, Kristina Missa, istrinya sempat disuruh pulang oleh pihak rumah sakit seusai dirawat pasca mengalami tabrakan kendaraan b ermotor. Dia mengaku sempat bertengkar dengan petugas rumah sakit agar istrinya bisa dirawat inap.

Baca: Sudah 5 Tahun, Pasar Rakyat Noelbaki Cuma Jadi Tempat Jemur Pakaian Warga, Ini Penyebabnya

Selain sempat tidak diperbolehkan rawat inap, Yefta menuding pelayanan pihak rumah sakit RSUD SoE "setengah hati" terhadap istrinya.

Hal ini dikeluhkan Yefta kepada Pos- Kupang.Com, Senin ( 26/3/2018) di ruang VIP Haumeni Kelas III RSUD SoR.

Ia menceritakan, Jumat (23/3/2018), istrinya ditabrak dari belakang saat sedang mengendarai sepeda motor. Akibat tabrakan tersebut, korban dilarikan ke RSUD SoE karena mengalami luka pada bagian pelipis kanan dan bibir bagian atas. Selain itu, korban juga mengalami memar dan pembengkakan pada area wajah.

Petugas rumah sakit lalu menjahit luka pada bagian pelipis dan bibir atas korban. Selama dirawat di rumah sakit, korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian kepala sehingga pihak keluarga khawa tir.

Setelah dirawat beberapa jam, pihak rumah sakit melalui seorang dokter memperbolehkan pasien untuk pulang. Menurut dokter tersebut, setelah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis, pasien dinyatakan tidak mengalami retak pada bagian tengkorak kepala sehingga bisa diperbolehkan pulang.

Anehnya, seorang dokter wanita lainnya, mengatakan, kemungkinan pasien mengalami retak pada bagian kepala. Hal ini membuat keluarga khawatir sehingga meminta agar korban dirawat inap.

" Pak, satu dokter bilang kemungkinan tengkorak kepala retak, satu dokter bilang aman saja, tidak ada retak. Padahal, dokter spesialis belum datang lihat bagaimana keadaan istri saya. Hanya mereka sesama dokter lewat telepon lalu bilang istri saya aman saja. Apanya yang aman? Muka istri saya luka semua ini. Sudah begitu kita mau rawat inap, katanya tidak boleh ini aturan rumah sakit. Disitu yang saya sakit hati sampai marah-marah dengann petugas rumah sakit," ungkapnya dengan nada tinggi.

Setelah diperbolehkan rawat inap, Yefta mengaku, pihak rumah sakit hanya memberikan perawatan setengah hati. Karena kesal dengan pelayanan pihak rumah sakit, dia lalu mengeluhkan hal tersebut kepada salah seorang calon Bupati TTS. Selain itu, luapan kekecewaan kepada pelayanan rumah sakit juga disampaikan melalui media sosial facebook.

Ia mengaku, setelah mengeluhkan pelayanan rumah sakit kepada salah seorang calon bupati dan ke media sosial, pelayanan rumah sakit langsung berubah drastis. Dalam sehari, lebih dari satu dokter yang datang memeriksa keadaan pasien. (*)

Penulis: Dion Kota Editor: Kanis_Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lem os Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Soe

thumbnail

Posted by On 12:10 PM

Kasus di SMKN 1 SoE, Kepala Sekolah Surati Dinas Pendidikan NTT

Kasus di SMKN 1 SoE, Kepala Sekolah Surati Dinas Pendidikan NTT

soal dana Rp 500.000 itu, bukan pungutan oleh sekolah ‎, melainkan merupakan sumbangan dari Komite sekolah melalui orang tua wali.

Kasus di SMKN 1 SoE,  Kepala Sekolah Surati Dinas Pendidikan NTTPos Kupang/Metilde DhiuAlo Min

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM,KUPANG -- Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 SoE, Peka Antonius, STP, M.P akhirnya menyurati Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk mengkarifikasi tentang pemberitaan bahwa puluhan siswa di sekolah itu diusur karena tidak membayar uang ujain sebesar Rp 500.000 per siswa.

Pihak sekolah juga mengklarifikasi bahwa hanya ada tujuh siswa yang tidak mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) karena sakit dan ada yang tanpa berita.
‎

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Alo Min,S.Pd,M.M yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang SMK, Pius Rasi ketika ditemui di kantor Dinas Pendidikan NTT, Senin (26/3/2018).

Menurut Pius, setelah mendapat informasi bahwa ada puluhan anak SMKN 1 SoE kelas XII yang tidak mengikuti ujian, pihaknya langsung meminta klarifikasi dari pihak sekolah.‎ "Tadi saya sudah hubungi kepala sekolah dan kepala sekolah membantah adanya pengusiran terhadap siswa yang belum bayar uang sekolah," kata Pius.

Dijelaskan,setelah meminta pihak sekolah mengklarifikasi, maka Kepela SMKN 1 SoE langsung menyurati Kadis Pendidikan NTT dan menyampaikan klarifikasi.

Dalam klarifikasi itu, lanjut Pius, Kepala SMKN 1 SoE, Peka Antonius menyatakan bahwa apa yang dipublikasikan oleh salah satu media cetak itu ternyata tidak benar.

"Pihak sekolah sudah melakukan USBN sesuai dengan aturan dan tidak menarik pungutan. Pak Antonius juga menyatakan, pihaknya tidak pernah mengusir siswa untuk tidak ikut USBN," katanya.

Dikatakan, bahwa sesuai surat klarifikasi itu, disampaikan bahwa, pada hari pertama USBN di SMKN 1 SoE, diikuti oleh 190 siswa dari total 197 siswa yang terdaftar dalam daftar peserta ujian tetap. "Dari tujuh orang siswa yang tidak hadir itu, ada satu orang yang sakit, sedangkan enam orang siswa tanpa berita. Sekolah telah berupaya menghadirkan tujuh siswa itu dengan mengirim surat kepada mereka, serta menugaskan wakil kepala sekolah kesiswaan, ketua OSIS dan wali kelas menjemput mereka," kata Pius.

Dikatakan, sampai saat ini, baru satu siswa atas nama Robinson Manbait yang melapor diri dan telah mengikuti ujian susulan.

Sedangkan soal dana Rp 500.000 itu, bukan pungutan oleh sekolah ‎, melainkan me rupakan sumbangan dari Komite sekolah melalui orang tua wali.

"Sumbangn itu telah disepakati bersama orang tua wali dengan pihak Komite Sekolah melalui rapat komite yang dilakukan pada 13 Februari 2018 lalu," ujarnya.(*)

Penulis: oby_lewanmeru Editor: Ferry_Ndoen Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lemos Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Soe

thumbnail

Posted by On 12:10 PM

Di Waingapu, Baliho Paslon Gubernur Hanya Bisa Pasang di ...

Di Waingapu, Baliho Paslon Gubernur Hanya Bisa Pasang di Sembillan Titik

Pemasangan APK Pilgub NTT di wilayah Kota Waingapu dan sekitarnya di Kabupaten Sumba Timur hanya bisa dilakukan di sembilan titik.

Di Waingapu, Baliho Paslon Gubernur Hanya Bisa Pasang di Sembillan TitikPOS-KUPANG.COM/ROBERT ROPOKetua KPUD Sumba Timur, Robert Gana, dan Jubir KPUD Sumba Timur, Oktavianus Landi

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pemasangan alat peraga kampanye (APK) Pilgub NTT di wilayah Kota Waingapu dan sekitarnya di Kabupaten Sumba Timur hanya bisa dilakukan di sembilan titik.

Juru Bicara KPUD Sumba Timur, Oktavianus Landi, kepada Pos-Kupang.Com di Kantor KPUD Sumba Timur, Rabu (21/3/2018) pagi, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama tim kampanye pasangan calon, panwas, polisi untuk membangun kesamaan pemikiran dalam memanfaatkan ruang pemasangan APK.

Baca: Selamatkan 18.591 Wajib Pilih, Disdukcapil Sumba Timur Harus Berikan Suket

"Baliho juga sudah disepakati untuk dipasang secara bersama-sama guna menjaga estetika tata kota. Lokasi yang disiapkan untuk pemasangan baliho ada sembilan titik di Kota Waingapu dan sekitarnya," jelas Oktavianus.

Baca: Robert Sebut Hanya Satu TPS di Sumba Timur Pemilihnya Capai 700 Orang

Oktavianus mengatakan, baliho tersebut sudah dicetak oleh KPU NTT. KPU NTT sudah diberikan kepada masing-masing tim kampanye paslon untuk dipasang.

Selain itu, umbul-umbul 10 lembar per kecamatan yang sudah diserahkan KPU NTT, spanduk satu lembar per desa/kelurahan dan ada bahan kampanye berupa stiker dengan dana Rp 1,5 juta untuk keempat paslon.

"Masih ada kesempatan bagi masing-masing paslon untuk menambah APK dan bahan kampanye, namun harus atas persetujuan KPU provinsi," kata Oktavianus. (*)

Penulis: Robert Ropo Editor: Kanis_Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lemos Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Waingapu

thumbnail

Posted by On 12:10 PM

Komisi V DPRD NTT Tanya Kasus di SMKN 1 SoE, Ini Jawaban Dinas Pendidikan

Komisi V DPRD NTT Tanya Kasus di SMKN 1 SoE, Ini Jawaban Dinas Pendidikan

Komisi V DPRD NTT mempertanyakan kasus di SMKN 1 SoE kepada Dinas Pendidikan NTT.

Komisi V DPRD NTT Tanya Kasus di SMKN 1 SoE, Ini Jawaban Dinas PendidikanPOS KUPANG/ALFJimmy Sianto

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komisi V DPRD NTT mempertanyakan kasus di SMKN 1 SoE kepada Dinas Pendidikan NTT. Jawaban dari Dinas Pendidikan NTT menyatakan tidak ada pengusiran terhadap siswa SMKN 1 SoE.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto, S.E, M.M mengatakan hal ini ketika dihubungi Pos-Kupang.Com, Senin (26/3/2018).

Baca: Ini yang Bakal Direkomendasikan o leh Panwaslu Mabar Kepada KPU

Menurut Jimmi, setelah mendapat informasi terkait adanya pengusiran siswa di SMKN 1 SoE, dirinya langsung menghubungi Dinas Pendidikan NTT untuk meminta pertanggungjawaban.

"Saya dapat info itu, saya langsung hubungi Kepala Bidang SMK di Dinas Pendidikan NTT. Saya bilang segera cek dan lapor kembali kepada kami. Kalau bisa minta laporan tertulis dari pihak sekolah," kata Jimmi.

Baca: Dua Perawat Bongkar, tak Ada Luka dan Benjolan di Tubuh Setya Novanto

Dijelaskannya, setelah meminta laporan itu, maka menjelang beberapa saat pihak Dinas Pendidikan NTT menghubunginya dan menyampaikan bahwa sudah ada klarifikasi dari Kepala SMKN 1 SoE, Peka Antonius, STP,M.P.

"Saya dihubungi lagi dari Kabid SMK, Pius Rasi dan menyampaikan bahwa sudah ada surat dari SMKN 1 SoE. Dalam surat itu tidak ada pengusiran terhadap siswa di sekolah itu," katanya.

Dikatakan, sesuai hasil klarifika si pihak sekolah secara tertulis, bahwa ada 197 siswa kelas XII yang mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

"Dari jumlah itu ada tujuh orang yang tidak ikut, bukan karena usir, tapi dari tujuh orang itu, ada satu yang sakit dan enam orang tanpa berita," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dari klarifikasi Dinas Pendidikan NTT sesuai surat dari SMKN 1 SoE, bahwa pihak sekolah sudah berupaya mengirim surat kepada ketujuh siswa itu, bahkan pihak sekolah menjemput ke rumah.

"Sudah ada satu siswa yang sedang ikut USBN susulan. Jadi pihak sekolah siap terima tujuh siswa itu untuk USBN susulan," ujarnya.

Sedangkan soal uang Rp 500.000, Jimmi mengatakan, uang itu sesuai laporan dinas dari hasil klarifikasi pihak sekolah bahwa uang itu adalah uang dari komite atau diminta oleh komite sekolah berdasarkan keputusan rapat komite dan bukan pungutan dari sekolah. (*)

Penulis: oby_lewanmeru Editor: Kanis_Jehola Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lemos Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Soe